Selasa, 15 November 2022

BOWEJO RENT CAR SPONSORI SUPRA FAMILY TOUR WISATA

Keluarga besar SMP Swasta Soegijapranata Mataloko atau yang biasa dikenal dengan nama manisnya SMPS SOEPRA melaksanakan kegiatan tour wisata ke Pantai Watulajar dan 17 pulau Riung di Kecamatan Riung Kabupaten Ngada pada tanggal 12 - 13 November 2022. 
Selain itu ada satu kegiatan utama yakni menanggung kor pada misa Minggu 13 November 2022. Serta mengunjungi Bendungan Sutami di Kabupaten Nagekeo.
pose bersa di Bendungan Sutami 

Kegiatan ini diikuti guru dan pegawai bersama keluarga sejumlah 35 orang serta peserta didik yang tergabung dalam kontingen PORSENI Laja sejumlah 70 orang. 

 Kegiatan ini sudah diagendakan 5 tahun lalu namun baru dijalankan tahun ini, sekaligus syukuran atas perolehan medali emas dari cabang sepak bola pada ajang PORSENI Laja yang dilaksanakan pada 23-28 Oktober 2022. 
selebari kemenangan cabang sepak bola PORSENI Laja

Selain tour wisata dalam acara syukuran ini SUPRA family menanggung kor dan mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi Minggu, 13 November 2022 di Taman Kerahiman Lengkosambi. 
foto bersama setelah selesai perayaan Ekaristi di depan Kapela Kerahiman Ilahi

Perayaan Ekaristi ini sekaligus perayaan syukuran atas hasil yang diperoleh pada PORSENI Laja hanya tempatnya kita pindah ke Taman Kerahiman kata Ibu Maria Dolorosa Due Kepala sekolah SMPS SUPRA. 

 Pada kesempatan lain Kepala sekolah mengatakan pantauan di lokasi kegiatan terlihat semua peserta baik guru, pegawai serta siswa/i sangat antusias dan senang boleh bergabung dan menikmati kegiatan di luar sekolah. 
Nampak ceriah wajah guru-guru 

Senang itu pasti, kegiatan ini juga dalam rangka promosi sekolah, setiap tahun kita pasti dapat murid dari wilayah Riung. Semoga dengan kegiatan ini kedepannya ada banyak siswa yang berminat ke SMPS SUPRA. 
Disini kita siapkan dua asrama yakni asrama putra dan asrama putri sehingga yang dari jauh bisa tinggal di asrama.

Pada bagian lain salah satu peserta Rido Dhoe menuliskan rasa kebahagiaannya pada linimasi facebook miliknya. "Kebahagiaan tercipta bukan hanya dari harta dan tahta, tapi sesederhana kebersamaan mampu membuat kita menjadi mahluk yang paling bahagia waktu yang paling menyenangkan adalah saat kita bercengkraman, menjaga hangatnya kebersamaan dan menggulirkan banyak detik dalam keceriaan🤍😇 Terimakasi supra family〽️🙏" https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0z6dMwVmEfjZc3jiKe7K8vZENy9eficUwqAZkS5szHopp9GvuPTN8wf6fH5v31FqMl&id=100045944374208
Rido Dhoe dengan nomor punggung kesukaan 19

Kegiatan tour wisata keluarga besar SMPS SUPRA ini disponsori oleh Bowejo Rent Car. Dari menyiapkan kendaraan, menyewa motor laut menuju taman wisata 17 Pulau Riung sampai akomodasi lainya semuanya dihendel Bapak Yulianus Parilosa pemilik Bowejo Rent Car. Terimakasih berlimpah untuk Bapak Yulianus Parilosa sekeluarga yang sudah mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga besar SMP Swasta Soegijapranata Mataloko. Kiranya Tuhan selalu menyertai dan memberkati segala karya serta usaha. 
Bapak Yulianus Parilosa bersama istri

Terimakasih juga kami sampaikan kepada orang tua siswa yang sudah mengambil peranya masing-masing sehingga kegiatan tour wisata ini bisa berjalan dengan lancar.

Ucapan terimakasih juga kami sampaikan untuk Bapak Sebastianus Fongo yang sudah berpartisipasi dalam melancarkan kegiatan tour wisata ini.

Bapak Nus Bengu sekeluarga terimakasih atas jamuanya selama masa tour wisata. Budi baik dan cinta yang luar biasa dari bapak sekeluarga kiranya diganjari berkat berlimpah dari yang Maha Kuasa.

Tidak lupa pula ucapan terimaksih kepada semua guru dan pegawai yang sudah mengambil peranya masing-masing untuk memperlancar kegiatan ini.

Tuhan memberkati.

SINOPSIS LABA RUDU

SINOPSIS LABA RUDU Laba rudu berasal dari kampung wogo, desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Laba yang artinya gendang dan rudu yang artinya segala bunyian pada saat perang. Secara harafia laba rudu adalah gendang yang dibunyikan untuk mengiringi tarian perang. Selain laba, ada trompet yang terbuat dari tanduk kerbau dan disambung dengan sepotong bulu, trompet itu dinamakan buu. Zaman dahulu di kampung Wogo, ketika sudah mendengar bunyi terompet semua orang sudah mengetahui bahwa peperperang sudah dimulai. Tarian ini suadah dimodifikasi menjadi tarian adat. Tarian laba rudu terdiri dari kedua kelompok, satu kelompok terdiri dari perempuan dan laki – laki begitu pula kelompok yang lainnya. Tarian ini diawali dengan bunyi trompet, setelah itu kedua regu berdialog; A. Go apa papa na B. Go bedi A. Go apa papa na B. Go aro A. E... rese B. Mu beme A. E...dhutu B. Mu nu Setelah selesai berdialog, tarian ini diawai dengan tiupan trompet dan disambut dengan bunyi gong dan gendang sebagai pengantar awal tarian, dan kedua kelompok memgambil posisi berperang. Tarian ini merupakan tarian jai yang sudah di kreasikan dengan tarian laba rudu. Gerakan tarian laba rudu berbeda dengan tarian jai pada umumnya. Perbedaan tarian laba rudu dengan tarian lainya yaitu tarian laba rudu selalu diawali dengan bunyi trompet dan di sambut dengan bunyi gendang yang keciln untuk mengawali setiap peperangan. Tetapi tetap mempertahankan gerakan jai yang asli, seperti mengikuti irama gong dan gendang dan berputar dua kali ke kanan setengah lingkaran. Ketika trompret dan gendang kecil sudah di bunyikan maka penari harus melakukan gerakan melompat yang didahului kaki kiri, setelah itu penari maju secara bergantian untuk melakukan perlawanan sambil berteriak. Untuk yang laki – laki ketika yang satu membunuh yang lainya menangkis, setelah berperang, mundur untuk melakukan peso, ketika selesai peso laki – laki menari mengelilingi perempuan, selesai laki – laki menari mengelilingi giliran yang perempuan maju untuk saling menikam kemudian mundur untuk melakukan peso. Cara berpakaya dalam tarian laba rudu berbeda dengan jai pada umumnya, untuk yang laki – laki sapu harus sebatas betis dan perempuan lawo sebatas betis, dengan maksud supaya maju berperang bisa bergerak dengan bebas. Diakhir peperangan kedua belah pihak akan berdamai kembali, dalam proses perdamaian ini masih diiringi tiupan trompet dan bunyi gog serta gendang. Maju berdamai dengan berjabatan tangan sambil melontarkan senyuman, kalau boleh bisa tertawa. Adapun perlengkapan dari tarian laba rudu adala sebagai berikut; A. Gong dan gendang 1. Gong terdiri dari lima buah yaitu : a. Wela b. Uto – uto c. Dhere d. Doa ada dua buah 2. Gendang terdiri dari tiga buah yaitu a. Gendang besar namanya laba dera b. Gedang kecil ada dua namanya laba toka B. Perlengkapan perang laki – laki dan perempuan 1. Perlengkapan perang laki – laki a. Boku b. Boku ba’o c. Mare ngia d. Lu’e e. Sapu f. Keru g. Lega jara h. Sau (parang) i. Sige sau j. Eko sau k. Gili (tameng) 2. Perlengkapan perang perempuan a. Kobho b. Rabhe kobho c. Medo d. Mare ngia e. Lawo f. Kasa sese g. Butu bae h. Bere i. Gala (tombak) j. Tudhi (pisau) Sumber: Bapak Yohanes Wawo

PANCA SILA DALAM BAHASA DAERAH BAJAWA

PANCA SILA “GO BEKA WIDHA LIMA” 1. KETUHANAN YANG MAHA ESA “DEWA SENGATA” 2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP “MA’E KAU JAO, BODHA PAPA TIKA” 3. PERSATUAN INDONESIA “KOLO SETOKO AZE TEBU, SE WOE ILI INDONESIA” 4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN “SE RIWU MEZE PAPA MAZI RANA, MASA MOSALAKI DA DHANGA TUKU MUMU NE’E NUNGA LEMA” 5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA “TO’O PENGA TO’O REJO PENGA REJO, DE WOSO PAPA TO SE WISI PAPA TI’I SE WOE ILI INDONESIA”

PATA DELA

MODHE NE’E HOGA WOE MEKU NE’E DOA DELU “DALAM KEHIDUPAN KITA HARUS BAIK, SANTUN DENGAN SESAMA” GO RA’A BERE MORI ZUA MOE GO WEA DA LALA DHAPE AZE NAO DA BETA TALO AZE UA DA BETA BUSA “CINTA ABADI TAK TERPISAHKAN” DA PI’O BODHA NE’E DA SIPO DA BOPO BODHA NE’E DA DHO’O “DALAM KEHIDUPAN KITA BUTUH BANTUAN SESAMA” MAI SI KITA DHEDHI MANI NGIA EMA DEWA ZETA DA LADHO ME’A “PUJIAN DAN HARAPAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA” TENA MOE HE’A WEA JERE BHILA WATU TAY “PRILAKU MENEBAR KEBAIKAN” SITO MOE LAKO PI’O BANI MOE JARA NGAI “KEBENARAN” BUGU KUNGU NE’E URI LOGO “KERJA KERAS” DHEPO DA BE’O TEDU DA BEPU “ORANG TUA MENJADI PANUTAN HIDUP GENERASI” INE NGA PO MA’E KADHI KODHO EMA NGA GAKA MA’E KADHI LAGA “TURUTI NASIHAT ORANG TUA” DHORO MOE KOLO GODHO DHEKE MOE LABA REPE “GESIT DALAM HIDUP” TAPI MAMI-MAMI NAPA MARU WALI SOE TORI KOBE ANA KO’E “JAGAN BOROS” DUA WE UMA NUKA WE SAO “MEMILIKI BASIS KEHIDUPAN” PENI WI DHESI LOKA WE LOWA “KERJA YANG MENGAHSILKAN”

Jumat, 21 Oktober 2022

TURNAMEN RABADAWE MIMPI YANG MENJADI NYATA

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid05VwPKQtUtRYcW1spqcbuJ3xyftyCps6w1EKk5LD7mrYjY8K4hPzWF3Gd5iF5PiRbl&id=100014671504271

Awalnya hanya mimpi yang lahir dari optimisme antara bisa dan tidaknya karena ketiadaan dana. 
Berawal dari komunikasi via telpon oleh Bapak Moses Jalawatu dengan saya supaya bisa mengumpulkan anak mudah yang paham dan berbakat dalam bidang sepak bola guna merancang kegiatan ini. Bapak Moses merekomendasikan Rudy Milan Vin Tura dan ovas Maja agar secepatnya merekomendasikan hasil rancangan kepada beliau. Tanpa menunggu lama selang sehari saya langsung merapatkan barisan untuk bertemu mereka bertiga. Dari hasil diskusi kami coba merekomendasikan lapangan sepak bola desa Dadawea menjadi lapangan utama dan langsung membangun komunikasi dengan Kepala Desa Dadawea. Serta menamai turnamen ini Keluarga Kudus Nazaret Were CIP 1. Dari hasil komunikasi itu beliau meresponnya secara positif. 

Dari konsep kecil ini saya mencoba mendiskusikan ditingkat DPP Keluarga Kudus Nazaret Were dan panitia pembangunan gereja dengan mengulas latar belakang turnamen, tujuan, waktu, tempat, nama dan biaya yang dibutuhkan. Setelah mendengar konsep yang saya sampaikan DPP menawarkan supaya turnamen ini menjadi program untuk dilaksanakan tahun mendatang karena pertimbangan ketiadaan dana. Selain itu DPP menwarkan nama turnamen kalau boleh diganti (ada alasan yang sangat mendasar).

Rasanya mau putus asa namun saya tidak putus asa, komukasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar mimpi ini menjadi nyata. 

Kami tidak sendirian, Tuhan menitipkan orang-orang hebat untuk menjawabi impian kami. Pada suatu kesempatan yang tampan Tuhan mempertemukan kami bersama Bapak Moses Jala, Bapak Anton Zua, Bapak Sebastianus Fongo, Bapak Fabianus Watu dalam sebuah pertemuan Panitia Pembangun Gereja Paroki Keluarga Kudus Nazaret Were yang bertempat di Aula Nazaret. Kami saling bertukar pikiran bahkan adu argumen untuk mendapat kata sepakat. Dari diskusi itu kami menyepakati nama turnamen yaitu RABADAWE CUP 1dengan tempat kegiatan di lapangan sepak bola Desa Dadawea. 

Akhir kata dari diskusi itu kami langsung merekomendasikan Bapak Antonius Zua menjadi ketua panitia pelaksana. Sepekan kemudian ketua panitia mengambil inisiatif untuk mempertemukan beberapa tokoh untuk supaya saling bergandengan tangan menyukseskan kegiatan ini. 

Kami memulai kegiatan ini tanpa dana sepersen pun. Tapi Tuhan sungguh amat baik orang hebat dititipkan kepada kami dia adalah Bapak Antonius Zua dan disuport oleh Kaka saya Sebastianus Fongo. Dengan gayanya beliau beliau berdua mampu mengatasi turnamen RABADAWE CUP 1 yang tanpa dana ini. Dilain pihak saya, Rudy, Vin, Ovas terus membangun komuniksi melalui media sosial untuk meyakinkan publik bahwa kegiatan ini PASTI jadi. Dari hasil komuniksi kami akhirnya Turnamen ini dipinang oleh 25 Club yakni 24 dari kabupaten Ngada dan 1 club dari kabupaten Ende.

Setelah lama terlarut dalam wacana akhirnya pada tanggal 11 September 2022 Kik off turnamen RABADAWE CUP 1 dimulai dan berakhir pada 16 Oktober 2022. 

Sungguh sangat melelahkan tepat sebulan turnamen ini bergulir. Tentu ada banyak pihak yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini. Ijinkan saya boleh menyapa: 
1. Pastor paroki KKN Were
2. Bapak Robertus Loke (Sekertaris DPP)
3. Bapak Moses Jala (ketua panitia pembangunan 
4. Bapak Antonius Zua (ketua panitia Turnamen sekaligus kepala desa Dadawea)
5. Bapak Sebastianus Fongo 
6. Bapak Thomas Mude (wakil 1 panitia)
7. Bapak Marianus Leke (wakil 2 panitia)
8. Bapak Welem Muga 
9. Bapak Fabianus Watu 
10 Bapak Frans Gili 
11. Bapak Sefri Leba
12. Bapak Thomas Jawa
13. Bapak Mikel Radho
14. Bapak Mikel Raja
15. Bapak Adri Jau 
16. Saudara Denny Bate 
17. Saudara Ruddy Bhebhe 
18. Saudara Vin Tura 
19. Om Polis Dua
20. Bpk Falens Righo
21 Kae Fanus Ngozo
22. Kae Alo Bere dan istri, anak serra seluruh isi rumah
23. Semua Staf desa Dadawea yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu
24. Semua anggota panitia yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu.
25. Semua masyarakat Dadawea yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu.
26. Pihak keamanan (Polres Ngada, Polsek Golewa, DANDIM Ngada, DANPOSRAM Golewa 
26. Bapak Kornelis Roja dan Cru puskesmas Radabata 
27. Para wasit 
28. Semua pihak yang tidak sempat saya tulis satu persatu.
29. Ke 25 tim yang bergabung.
30. Bapak Kris Dua dan saudara Yoan Nau komentator handal dan terhebat. 

 Kalian luar biasa sehingga RABADAWE CUP 1 Ini boleh berjalan dengan baik.

Begitu pula ucapan terimakasih kepada para donatur: 
1. Bapak Bupati
2. Bapak Camat Golewa
3. Bapak Moses Jala
4. Bapak Petrus Ngabi
5. Bapak Sekda ngada 
6. Bapak Agus Jik
7. Ibu Angela Merci Piwung 
8. Para penonton turnamen RABADAWE CUP 1
9. Semua Donatur yang tidak sempat saya tulis satu persatu. 

Terimakasih atas bantuannya sehingga RABADAWE CUP 1 bisa berjalan dengan baik.

Dari mimpi akhirnya bisa menjadi kenyataan.
Dari konsep akhirnya bisa jadi turnamen 
Dari turnamen kita bisa menyumbang untuk pembangunan gereja.

Akhirnya sebelum mengakhiri tulisan ini saya menyampaikan " selembut apapun angin berhembus pasti ada debu" .... " Selembut apapun manusia bertutur pasti ada salahnya"  

Maafkan kami semua bisa sudah menyinggung rasa dan melukai hati. 

Bersambung di RABADAWE CUP 2 nanti...

Minggu, 24 Juli 2022

SMA THOMAS AQUINO GOLEWA DIMATA ALUMNI (MATHEUS LALU ANGKATAN 2009)

Di SMA THOMAS AQUINO saya tak banyak menghafal, tak banyak mengingat rumus dan tentunya tak hanya belajar di dalam kelas. Di SMA THOMAS AQUINO saya banyak menyimak cara dan tutur yang disampaikan bapak dan ibu guru. Saya belajar tentang kedisiplinan, belajar tentang kejujuran, belajar menghargai orang yang harus dituakan. Dari teman-teman dengan berbagai latar belakang saya belajar berinteraksi dan saling respek serta membangun solidaritas. Dari Pak Anus Raga alias IRSAN (SATPAM & PENJAGA SEKOLAH) saya belajar tentang kesetiaan dan ketulusan karena tidak semua orang bisa menjadi penjaga yang setia dan tulus. Aturan, kebijakan dan hati nurani itu adalah tiga prinsip hidup dalam diri seorang pemimpin yang saya belajar dari bapak Lon Tena. Dari bapak Ansel Dhewa saya belajar sosial kemasyarakatan dan kekerabatan. Hidup ini adalah sesungguhnya milik Tuhan itu adalah inspirasi hidup Bapak Paul De Ornay. Suhu dan cairan yang seimbang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam beraktifitas itu yang saya belajar dari ibu Astin Rimo dan ibu Mery Nono. Untung, rugi, neraca perdagangan dan menata penghasilan dalam kehidupan rumah tangga saya belajar banyak dari Pak Ruston Suri. Mengenal bumi, tanah, air, hutan, daratan dan bagaimana mana proses terjadinya gempa dan gunung berapi meletus saya terinspirasi dari asap rokoknya Pak Ade Neto. Dari Pak Lorens Raga saya belajar hidup akan lebih baik jika kita berjalan dalam aturan sebab negara ini ada negara hukum. Morfologi, Fonilogi, Sintaksis dan Semantik saya belajar banyak dari Pak Paul sehingga saya dibentuk menjadi guru Bahasa Indonesia. Dari Pak Stef Dua saya belajar mengenal Bahasa Asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman) yang walaupun masih tetap terasa asing sampai sekarang namun setidaknya saya bisa mengenalnya walau sebatas kosa kata saja. Hidup ini butuh perhitungan yang matang itu saya belajar dari Ibu An Woso. Dari ibu Elsa Aso saya belajar menggunakan otak kiri sebab belajar Bahasa Arab ditulis dari kiri ke kanan tidak seperti tulisan lainya. Dari Ibu Winda Pajo saya belajar hidup itu tidak butuh cantik dan ganteng saja namun tata Krama, sopan santun dan tutur kata sangat dibutuh dalam hidup bermasyarakat. Hidup itu butuh seni, karena dengan seni kita bisa berekspresi dan berkarya di masyarakat itu yang saya belajar dari Pak Mikel Wika. Untuk menyemimbangkan kesemuanya itu butuh kesehatan jasmani dan rohani itu yang saya petik dari Pak Ruston Suri. Selain itu OSIS SMA THOMAS AQUINO saya belajar berorganisasi serta mempersiapkan diri saya menjadi pemimpin di zaman digitalisasi ini. Bila saya refleksikan kembali ternyata perjalanan hidup dan karier saya dimulai dari SMA THOMAS AQUINO. Masa Akil balig di jaman SMA THOMAS AQUINO kala itu rupanya tempat belajar saya dan tanpa sadar THOMAS adalah tempat saya mengasah daya berpikir, membangun prilaku yang baik dan sikap integritas yang tinggi. Buat saya THOMAS adalah wadah yang disiapkan oleh para pemikir jenius kala itu untuk menempah anak bangsa untuk dipersiapkan membangun negeri.

OPINI OLEH MATHEUS LALU SELANJUTNYA, APA TINDAKAN PALESTINA UNTUK MEMBUJUK FIFA AGAR PILDUN U-20 TETAP DILAKSANAKAN DI INDONESIA?

Rencana mau menyaksikan Timnas Indonesia u-20 berlaga di tanah air sendiri walaupun melalui layar kaca kini pupuslah sudah. Berk...